Posts

Setelah hidup 35 thn di dunia

Saya tahu Ya Rabb, Kau telah berfirman bahwa manusia takkan sanggup menghitung nikmat-nikmat yang telah diberikan. Namun maafkan aku Ya Rabb karena telah jahilan tuk menghitung nikmat yang telah Kau berikan. Ya Rabb, beberapa waktu yang lalu saya melihat teman yang sakit dan dirawat dengan bantuan pernafasan melalui tabung oksigen. Temanku itu Ya Rabb, memerlukan satu tabung oksigen tiap hari dengan harga Rp 750.000,-. Ya Rabb aku bersyukur ketika Kau hanya memberiku oksigen gratis selama 35 thn ini, karena bila aku hrs membayar, gajiku sbg guru takkan kuat membayar Rp 9.581.250.000,00 (Rp 750.000 x 365 hari x 35 th). Ya Rabb, aku pernah membaca tentang seseorang yang mengalami kerusakan liver dan harus diganti. Liver barunya itu Ya Rabb, berharga Rp 2.000.000.000,- dengan perawatan Rp 12.000.000 tiap bulan. Terimakasih Ya Rabb, ternyata kau memberiku Liver gratis, karena bila aku harus membayar, gajiku takkan kuat membayar Rp 5.042.000.000,00 (2 M + (12 jt x 12 bl x 35 th) Ya...

Malam Lailatul Qadar Setelah Ramadhan

Image
--> Adalah malam penuh kemuliaan yang dijelaskan lebih mulia dari 1000 bulan. Dalam Al Quraan sendiri tidak dijelaskan kapan malam ini bisa terjadi namun Nabi Muhammad Saw menyatakan kalau malam ini terjadi di penghujung bulan ramadan tepatnya malam-malam ganjil. Apakah memang demikian? Kalau kita lihat Allah memberikan Lailatur Qadar adalah sebagai bonus dari ketaqwaan yang dilakukan selama ini, nah ketaqwaan seseorang pada umumnya mencapai puncak pada saat-saat di bulan ramadan. Lain dengan puasa dan ibadah lain yang menyertainya, maka orang itu akan menjadi sedemikian bersih sehingga hubungan dengan sang khalik yang selama ini tersumbat akan menjadi bersih sama sekali dan memudahkan seseorang menerima Lailatur Qadar itu. Itulah sebabnya rasul memberi keterangan bahwa lailatur qadar itu ada di bulan ramadan. Namun apabila kita kaji lebih dalam ayat Al Quraan itu sendiri maka malam lailatur qadar diturunkan Allah Setiap detik di siang dan malam hari selama 365...

Perlukah Kekerasan dalam Mendidik?

Kekerasan tidak akan terjadi bila guru bisa begitu mendalami karakteristik siswa. Guru bisa mengembangkan kemampuan siswa dengan metode dan pendekatan yang tepat. Pendekatan konstruktivistik menjadi jawaban dari psikologi behavioristik yang biasa diterapkan dalam mendidik. Siswa mempunyai karakteristik individual yang berbeda antara satu dan lainnya. Apabila seorang guru mampu menangani masalah siswa dengan metode A, maka belum tentu metode A tersebut efektif menangani siswa lain dengan masalah yang berbeda. Kadang guru menggeneralisir bahwa metode yang sama masih cukup efektif untuk diterapkan dalam mendidik semua karakter siswa. Hal ini memang tidak sepenuhnya disalahkan karena model pembelajaran klasikal dimana guru harus menangani satu kelas besar berjumlah lebih dari 36 siswa memang cukup kerepotan, tetapi bukan berarti jalan kekerasan menjadi metode pamungkas agar siswa memperhatikan apa yang dijelaskan guru. Profesionalitas guru merupakan paduan antara kemampuan personal, kei...

SMK dan Data Pengangguran

Perlu didiskusikan lebih lanjut perolehan data statistik dari BPS yang menghasilkan bahwa pengangguran lulusan SMK lebih banyak yakni 16,94% dibanding lulusan lainnya (Surya, 8 Januari 2009). Disatu sisi temuan ini begitu mengejutkan, karena dunia pendidikan saat ini, melalui Mendiknas memiliki kebijakan untuk membalik perbandingan jumlah SMK daripada jumlah SMA yang sebelumnya SMK:SMA = 30:70 menjadi SMK:SMA = 70:30 sampai tahun 2013. Di sisi lain kenyataan data di lapangan ternyata lulusan SMK tidak lebih baik daripada lulusan SMA dalam memperoleh pekerjaan, padahal perbandingan SMK:SMA masih mencapai 50:50. Kebijakan memperbanyak SMK ini diawali dari data BPS juga dimana beberapa tahun yang lalu lulusan SMA menyumbang pengangguran terbesar yakni 18% ditahun 1995 dan meningkat terus sampai 24% ditahun 2004. Analisis tentang banyaknya lulusan SMA yang menganggur saat itu memang dapat diterima, karena kurikulum SMA memang menyiapkan siswa untuk untuk melanjutkan kejenjang pendidikan y...

Spiderman Tidak Bisa Terbang Tanpa Bangunan

Image
Masih ingat kan tentang perjuangan seorang pemuda yatim piatu Peter Parker dalam aksinya sebagai Spiderman?. Selain alur cerita yang mengesankan, film spiderman membuat kita terkagum-kagum ketika dia terbang diantara bangunan pencakar langit di Kota New York. Pernah nggak kita membayangkan Spiderman tiba-tiba datang ke Malang kemudian terbengong-bengong nggak bisa terbang karena bangunan yang tertinggi di Malang paling-paling cuma BCA Kayu Tangan. Kalau si Spiderman pergi ke MOG atau Matos yang konon plasa terhebat di Kota Malang, ternyata kedua bangunan itu belum bisa dikatakan pencakar langit. Sehingga bukan hanya tidak bisa terbang, sekedar nyanthol di pohonpun dia nggak bisa, dan tidak akan terlihat hebat. Latar belakang bangunan pencakar langit membuat film Spiderman lebih heroic. Hal ini menunjukkan bahwa bangunan memang bisa membawa pada sebuah situasi tertentu. Bangunan bisa membawa seseorang nampak bewibawa, anggun, mewah, hebat atau sebaliknya sederhana atau bahkan kumuh....